Berbagai informasi tentang kesehatan dan kecantikan yang sangat bermanfaat bagi anda untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang hal hal seputar kesehatan dan kecantikan

01 October 2012

Mengenal Penyakit Tekanan Darah Tinggi

Alat Pengukur Tekanan Darah dari Wikipedia
Penyaki tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah salah satu penyakit yang berbahaya, karena penyakit ini bisa datang tanpa gejala. Tanpa sadar ketika melakukan pemeriksaan tekanan darah, ternyata sudah menunjukkan sebagai penderita hipertensi. Hipertensi apabila tidak dikontrol dengan baik dapat meningkatkan resiko menderita penyakit lain yang lebih berat seperti gagal jantung, stroke, aneurima bahkan gagal ginjal.

Hal ini dikarenakan tekanan darah tinggi yang telah berlangsung lama dan terus menerus mengakibatkan jantung harus bekerja keras untuk memompa darah. Akibatnya lama lama akan menyebabkan kerusakan di jantung dan pembuluh darah. Penyakit tekanan darah tinggi ini merupakan penyebab umum dari kejadian stroke dan serangan jantung.

Cara Mengukur Tekanan Darah
Tekana darah dapat diukur dengan menggunakan alat yang disebut sfigmomanometer. Ada dua parameter angka yang harus diperhatikan saat mengukur. Angka yang lebih tinggi didapat saat jantung berkonstraksi atau tekanan darah sistolik. Sedangkan angka yang lebih rendah didapat saat jantung relaksasi dan disebut tekanan darah diastolik. Ketika dikatakan tekanan darah 120/90 mmHg berarti bahwa tekanan sistoliknya adalah 120 mmHg dan tekanan darah diastoliknya 90 mmHg. Seseorang dikatakan mempunyai tekanan darah tinggi bila tekanan darah sistoliknya 140 mmHg atau lebih dan diastoliknya 90 mmHg atau lebih.

Macam Macam Darah Tinggi
Secara umum ada dua macam tekanan darah tinggi, yaitu hipertensi sistolik terisolasi dan hipertensi maligna.

Disebut tekanan darah tinggi sistolik terisolasi bila tekanan darah sistoliknya 140 mmHg atau lebih, tapi tekanan darah diastoliknya normal atau kurang dari 90 mmHg. Hipertensi jenis ini banyak diderita oleh para lansia karena lebih disebabkan faktor usia. Semakin bertambah umur kita, maka tekanan sitolik ini akan betambah tinggi sampai dengan usia 80 tahun. Sedangkan tekanan diastolic akan meningkat sampai umur 55 – 60 tahun, dan kemudian akan menrun secara perlahan atau mungkin juga bisa menurun drastic.

Hipertensi maligna merupakan hipertensi dengan kasus yang jarang terjadi. Secara statistic, hanya 1 dari 200 penderita darah tinggi yang menderita hipertensi maligna. Penderita hipertensi maligna ini harus lebih waspada dan betul betul menjaga kondisi, sebab bila penanganannya tidak tepat bisa menyebabkn kematian dalam waktu 3 – 6 bulan.

Sedangkan berdasarkan penyebabnya, hipertensi dapat digolongkan menjadi: 1. Hipertensi Primer
Yaitu hipertensi yang tidak diketahui penyebabnya dan tidak disebabkan oleh adanya gangguan organ yang lain misalnya jantung atau ginjal. Hipertensi jenis ini biasanya disebabkan oleh:
Gaya hidup tidak sehat, fakto genetic, diet yang tidak sehat misalnya tidak memperhatikan seberapa besar kandungan lemak pada makanan yang dikonsumsi, kurang olah raga, kegemukan, merokok, alcohol, serta faktor stress.

2. Hipertensi sekunder
Yaitu hipertensi yang timbul sebagai akibat adanya gangguan pada organ. Misalnya adanya gangguan pada jantung atau pembuluh darah, dapat meningkatkan tekanan darah. Kemudian gangguan pada organ ginjal juga dapat meningkatkan tekanan darah.

Gejala Tekanan Darah Tinggi Sebagaian orang yang mengalami hipertensi biasanya tidak menampakkan gejala tertentu, meskipun ada beberapa hal yang diyakini mempunyai kaitan dengan hipertensi, tapi bisa jadi juga tidak berhubungan dengan hipertensi. Tanda atau gejala gejala yang dimaksud antara lain adalah sakit kepala, kelelahan, muka memerah, serta perdarahan di hidung atau mimisan.

Tetapi gejala umum tersebut tidak dapat dijadikan pedoman bahwa orang yang menunjukkan gejala tersebut di atas sebagai penderita hipertensi, karena nyatanya orang dengan tekanan darah yang normal pun bisa mengalami gejala gejala tersebut.

Sedangkan pada tekanan darah tinggi kategori berat yang sudah menahun dan tidak atau belum mendapatkan perawatan yang baik, maka gejala gejala yang mungkin Nampak diantaranya sakit kepala, mual, muntah, kelelahan gelisah dan sesak nafas. Sedangkan bila sudah mendapati gejala seperti pandangan mata yang menjadi kabur, maka pertanda bahwa sudah ada gangguan pada mata, otak ginjal dan jantung.

Mencegah Hipertensi Setelah tahu betapa berbahayanya hipertensi, ada baiknya kita mengetahui bagaimana caranya agar terhindar dari penyakit ini. Pencegahan ataupun mengontrol tekanan darah tinggi bagi anda yang sudah menderita penyakit ini terutama adalah melalu modifikasi lifestyle atau gaya hidup diantaranya:

  • Mengurangi konsumsi garam. Dan jika anda adalah orang yang sudah menderita hipertensi, sebaiknya semaximal mungkin mengindari makanan yang banyak mengandung garam.
  • Perbanyak konsumsi makanan yang kaya kalium, magnesium serta kalsium, karena mineral mineral tersebut mempunyai efek menurunkan tekanan darah.
  • Kurangi minuman yang mengandung alcohol. Bagi pria penderita hipertensi, konsumsi alkohol yang diperbolehkan maximal 30 ml /hari sedang wanita 15 ml/hari
  • Lakukan olahraga secara teratur. Penderita hipertensi disarankan untuk melakukan olahraga ringan misalnya jalan kaki, lari santai, renang serta bersepeda. Sebaiknya dilakukan 3x setiap minggunya selama 30 – 45 menit.
  • Perbanyak konsumsi buah dan sayur berserat tinggi misalnya sayuran hijau, wortel, tomat, pisang, jeruk dan melon.
  • Kelola stress anda. Bila perlu ikut terapi stress supaya anda bisa mengurangi dan mengendalikan emosi
  • Stop merokok
  • Kontrol kadar kolesterol anda
  • Kontrol kadar gula darah anda
  • Ada beberapa obat yang ber efek meningkatkan tekanan darah. Untuk itu hindari obat yang mampu meningkatkan tekanan darah ini. Konsultasi dengan dokter bila anda mendapat obat untuk penyaki tertentu, dan sampaikan bahwa anda menderita tekanan darah tinggi.

Demikianlah beberapa hal penting seputar hipertensi. Tentu saja mencegah adalah lebih batik daripada mengobati. Bila anda mempunyai keluhan keluhan tertentu atau gejala seperti hipertensi, konsultasi dengan dokter atau profesi kesehatan yang lain untuk mendapatkan solusi yang terbaik.

Mengenal Penyakit Tekanan Darah Tinggi Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Bp. Mardijono

0 comments:

Post a Comment