Berbagai informasi tentang kesehatan dan kecantikan yang sangat bermanfaat bagi anda untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang hal hal seputar kesehatan dan kecantikan

14 August 2012

Apakah Kolesterol Itu?

Used under Creative Commons from biquyetsongkhoe.vn
Begitu mendengar kata kolesterol , mungkin sebagian dari kita akan langsung terbayang efeknya yang negatif terhadap kesehatan kita, sehingga banyak orang yang takut dan beranggapan bahwa kolesterol adalah zat yang berbahaya dan harus dihindari. Akan tetapi ada juga yang mengatakan kolestrol adalah zat yang penting bagi tubuh, sehingga tubuh menjadi tidak sehat tanpa kolesterol. Lalu yang benar mana? Apa sich sebetulnya kolesterol itu?

Secara bahasa Kolesterol berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani, yaitu chole yang artinya empedu dan stereo yang artinya padat. Pemberian nama seperti itu dikarenakan ketika ditemukan untuk yang pertama kalinya di sekitar abad 18, kolesterol ditemukan pada batu empedu.

Pada kadar terentu, keberadaan kolesterol bermanfaat untuk tubuh kita. Tapi jika kadarnya di dalam tubuh kita terlalu tinggi (melebihi kadar normal) kolesterol bisa menimbulkan berbagai macam gangguan kesehatan diantaranya hipertensi, sakit jantung, stroke, batu empedu serta gagal ginjal.

Walaupun kolesterol mempunyai kemiripan dengan lemak, tetapi kolesterol tidak sama persis dengan lemak. Dari sisi struktur kimianya, kolesterol dapat dimasukkan ke dalam keluarga lemak. Akan tetapi lemak sendiri tidak hanya berupa kolesterol melainkan terdiri dari berbagai komponen, salah satunya lemak nabati atau lemak yang berasal dari tumbuhan yang disebut fitosterol. Struktur kimia dari fitosterol memang mirip dengan kolesterol, tetapi lemak nabati ini bukanlah kolesterol.

Sebab banyak yang beranggapan bahwa kolesterol dengan lemak adalah sama akhirnya banyak juga yang beranggapan bahwa orang yang gemuk pasti banyak kolesterol sedang orang yang kurus sedikit kadar kolesterolnya. Anggapan seperti itu jelas kurang benar. Kolesterol adalah bagian dari lemak, akan tetapi lemak belum tentu berupa kolesterol.

Kolesterol terdapat di semual sel sel tubuh. Karena kolesterol adalah komponen utama yang menyusun membran sel dan merupakan komponen utama pada sel sel otak dan saraf juga merupakan komponen yang penting di seluruh jaringan tubuh. Kolesterol juga berperan penting dalam pembentukan sel tubuh. Tanpa kehadiran kolesterol di dalam sel sel tubuh, maka jaringan yang ada pada tubuh kita akan menjadi kurang kuat atau kurang stabil.

Jenis Jenis Kolesterol
Ada dua jenis kolesterol yang terdapat di tubuh kita yaitu LDL (Low Density Lipoproten) dan HDL (High Density Lipoprotein). Keduanya tersusun atas kolesterol, protein dan trigliserid. Berikut sedikit mengenai perbedaan antara LDL dan HDL

LDL (Low Density Lipoprotein)
LDL ini sering juga disebut sebagai kolesterol jahat dikarenakan LDL mempunyai kadar kolesterol yang tinggi dibandingkan komponen penyusun yang lainnya yaitu protein dan trigliserid. Kadar kolesterol yang tinggi dan pekat ini akan mudah melekat pada dinding pembuluh darah, sehingga setelah beberapa lama kolesterol yang melekat itu semakin menumpuk dan mengendap menjadi plak di dinding pembuluh darah akibatnya terjadi penyempitan pebuluh darah. Penyempitan pembuluh darah oleh plak ini disebut dengan aterosklerosis. Oleh karena pembuluh darah menyempit maka system peredaran darah dan distribusi oksigen terganggu yang pada akhirnya meningkatkan resiko penyakit jantung dan stroke.

HDL atau High Density Lipoprotein
Disebut juga dengan kolesterol baik. HDL ini memiliki kadar protein yang lebih tinggi dibandingkan komponen lainnya. Dalam system peredaran darah, HDL ini akan mengikat kolesterol berlebih yang terdapat di LDL untuk kemudian mengangkut kolesterol ini ke liver agar diurai kembali dan dibuang ke dalam kantung empedu. Itulah sebabnya HDL disebut sebagai lemak yang baik karena dengan menyerap kelebihan kolesterol pada LDL berarti HDL telah berperan dalam mencegah terjadinya plak di pembuluh darah.

Sebanyak 80 persen kolesterol yang ada di tubuh diroduksi oleh hati, sedangkan sisanya didapat dari intake makanan. Bahan makanan yang merupakan sumber kolesterol umunya adalah makanan yang berasal dari hewan seperti daging, telur dan susu. Sedangkan bahan makanan yang bersumber dari tumbuhan biasanya bebas kolesterol. Kolesterol yang kita peroleh dari makanan itu akan masuk ke dalam hati yang secara alamiah kemudian akan merangsang hati untuk menurunkan produksi kolesterolnya sehingga kadar kolesterol di dalam darah tetap stabil.

Tapi jika kita makan makanan yang mengandung banyak kolesterol sehingga hati tidak mampu untuk memprosesnya, maka kemungkinan kolesterol tersebut langsung masuk ke dinding pembuluh darah dan meningkatkan resiko terjadinya aterosklerosis.

Apa Saja Gejala Kelebihan Kolesterol
Gejala atau tanda yang timbul akibat kelebihan kolesterol umumnya sulit dikenali atau malahan ada yang sama sekali tidak memberikan gejala. Tapi yang mungkin bisa dirasakan adalah gejala yang timbul akibat kurangnya supply oksigen di dalam tubuh seperti sakit kepala, kesemutan dan pegal pegal. Sebagaimana sudah kita bahas sebelumnya bahwa adanya plak dapat menghambat atau mengurangi supply oksigen yang dibutuhkan oleh tubuh. Akan tetapi kita kadang tidak menyadari bahwa gejala gejala tadi adalah akibat kelebihan kolesterol karena bisa saja gejala tersebut disebabkan oleh gangguan kesehatan yang lain. Akibatnya tidak sedikit orang yang baru memahaminya ketika sudah mengalami serangan jantung dan atau stroke.

Karenanya, ada baiknya kita melakukan pemeriksaan darah untuk mengukur kadar kolesterol di dalam tubuh kita, agar kita dapat mengetahui kadar kolesterol di tubuh kita sehingga kita dapat mengatur pola hidup yang sehat atau modifikasi gaya hidup kita agar terhindar dari resiko sakit jantung maupun stroke.

Pemeriksaan darah untuk mengukur kadar kolesterol idealnya kita lakukan ketika memasuki usia 20 tahun. Untuk orang yang mempunyai riwayat keluarga dengan kolesterol, hipertensi atau sakit jantung sebaiknya melakukan pemeriksaan ini secara rutin. Misalnya setahun sekali atau sebulan sekali, mengingat orang yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit ini mempunya resiko yang lebih tinggi.

Apakah Kolesterol Itu? Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Bp. Mardijono

0 comments:

Post a Comment